Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4

Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4
Perusahaan Unilever
 










4EA31
Desya Widyastuti (11216861)







Bekasi

2019








BAB I
PENDAHULUAN

Revolusi industri 4.0 merupakan fase keempat dari perjalanan sejarah revolusi industri yang dimulai pada abad ke -18. Menurut Prof Schwab, dunia mengalami empat revolusi industri. Revolusi industri 1.0 ditandai dengan penemuan mesin uap untuk mendukung mesin produksi, kereta api dan kapal layar. Berbagai peralatan kerja yang semula bergantung pada tenaga manusia dan hewan kemudian digantikan dengan tenaga mesin uap Ditemukannya energi listrik dan konsep pembagian tenaga kerja untuk menghasilkan produksi dalam jumlah besar pada awal abad 19 telah menandai lahirnya revolusi industri 2.0 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat pada awal abad 20 telah melahirkan teknologi informasi dan proses produksi yang dikendalikan secara otomatis. Mesin industri tidak lagi dikendalikan oleh tenaga manusia tetapi menggunakan sistem otomatisasi berbasis komputer. Dampaknya, biaya produksi menjadi semakin murah. Teknologi informasi juga semakin maju diantaranya teknologi kamera yang terintegrasi dengan mobile phone dan semakin berkembangnya industri kreatif.

               Revolusi industri mengalami puncaknya saat ini dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak masif terhadap hidup manusia di seluruh dunia. Revolusi industri terkini atau generasi keempat mendorong sistem otomatisasi di dalam semua proses aktivitas. Teknologi internet yang semakin masif tidak hanya menghubungkan jutaan manusia di seluruh dunia tetapi juga telah menjadi basis bagi transaksi perdagangan dan transportasi secara online.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengantar Perusahaan Unilever
            Unilever adalah perusahaan multinasional yang berkantor pusat di RotterdamBelanda (dengan nama Unilever N.V.) dan LondonInggris (dengan nama Unilever plc.) . Unilever memproduksi makanan, minuman, pembersih, dan juga perawatan tubuh. Unilever adalah produsen barang rumah tangga terbesar ketiga di dunia, jika didasarkan pada besarnya pendapatan pada tahun 2012, di belakang P&G dan Nestlé. Unilever juga merupakan produsen olesan makanan (seperti margarin) terbesar di dunia. Unilever adalah salah satu perusahaan paling tua di dunia yang masih beroperasi, dan saat ini menjual produknya ke lebih dari 190 negara.
Unilever memiliki lebih dari 400 merek dagang, dengan 14 merek diantaranya memiliki total penjualan lebih dari £1 milliar yakni: AxeDoveOmoBecelHeartbrandHellmann'sKnorrLiptonLuxMagnumRamaRexonaSunsilk dan Surf. Unilever N.V. dan Unilever plc, beroperasi di bawah satu nama dan dipimpin oleh dewan direksi yang sama. Unilever dibagi menjadi empat divisi utama, yakni Makanan, Minuman dan Es Krim, Perawatan Rumah Tangga, dan Perawatan Tubuh. Unilever memiliki pusat riset dan pengembangan di Inggris, Belanda, Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.
Kantor pusat Unilever di Rotterdam, Belanda. Unilever didirikan pada tahun 1930 sebagai hasil penggabungan dari produsen margarin asal BelandaMargarine Unie dan produsen sabun asal InggrisLever Brothers. Selama paruh kedua dari abad ke-20, Unilever secara signifikan berdiversifikasi ke berbagai bidang bisnis dan juga berekspansi ke berbagai negara. Unilever juga membuat beberapa upaya akuisisi, termasuk Lipton (1971), Brooke Bond (1984), Chesebrough-Ponds (1987), Best Foods dan Ben & Jerry's (2000), serta Alberto-Culver (2010). Pada dekade 2010an, di bawah kepemimpinan Paul Polman, Unilever secara perlahan menggeser fokus bisnisnya ke bisnis kesehatan dan kecantikan, dari yang sebelumnya ke bisnis makanan, yang menunjukkan tren perlambatan pertumbuhan.

2.2 Studi kasus kajian strategi pemasaran perusahaan Unilever di era revolusi industri 4.0.
                        Memasuki era industri 4.0, pertumbuhan pasar global dan jumlah UKM di Indonesia semakin tinggi baik yang online maupun yang offline. Karena perkembangan teknologi, akses internet dan UKM yang semakin kreatif membuat semua pemilik usaha dituntut untuk selalu inovatif dan lebih kreatif lagi dalam menyusun sebuah konsep strategi pemasaran.
Dalam perushaan Unilever dalam penerapannya:
Elemen marketing yang terlihat sangat menonjol yang dilakukan PT. Unilever adalah sisi promotion. Hal ini ditunjukkan pada uraian sebagai berikut:

·         Advertising

Dalam proses mengkomunikasikan produk ke konsumen juga sangat signifikan. Jika kita menonton televisi, maka akan familiar.

·         Sales promotion
Metode ini digunakan untuk mempengaruhi kosumennya dengan menggukan bahasa promosi tentang pengetahuan yang mendalam. Penerapan strategi komunikasi dan promosi yang menarik ini akan mendorong konsumen untuk menggunakannya. Promosi dan komunikasi yang menarik tentunya produk akan meningkatkan brand awareness merek tersebut. Brand loyality pun selalu diawali dari brand awareness yang baik yang akan membawa seseorang pada tahap “mencoba produk”. Setelah konsumen percaya bahwa produk yang digunakan sesuai dengan kebutuhannya maka akan tercipta “repeat purchase” dengan memberikan lebih dari yang diharapakan, repeat purchase akan berubah menjadi loyality. Disamping itu, selalu memformulasikan brand activation yang tepat untuk menjawab tantangan dan kebutuhan disetiap level.
Public relation yang diluncurkan melakukan hubungan baik dengan para konsumennya dengan cara memberikan kualitas prima untuk produk

2.3 Unsur yg dibahas STP, 4P/7P
            STP (Segementing Targeting Positioning) yang telah direncanakan secara jelas dan diaplikasikan secara konsisten. Berdasarkan analisis STP, Penulis menyimpulkan Pepsodent mengelompokkan produknya berdasarkan segmentasi demografis pada variabel usia yaitu anak-anak dan dewasa, serta segmentasi tingkah laku pada variabel manfaat, dimana menciptakan beberapa produk yang menyediakan manfaat utama pada tiap merk bagi para konsumennya. Adapun target pasar (targeting) yaitu anak-anak dan dewasa serta konsumen yang memiliki kebutuhan. Kata kunci yang menjadi positioning dari produk adalah inovasi sebuah produk dengan mengikuti product life cycle (PLC) yang harus diperbaharui dan disesuaikan dengan selera konsumen yang berubah, berkembang dan tumbuh bersama dengan pola-pola perilaku serta tuntutan masyarakat. Unilever menjalankan PLC secara konsisten dengan cara mengembangkan product content sebagai bagian product life cycle strategy
Berdasarkan analisis 4P Bauran Pemasaran yang meliputi Product, Price, Place, Promotion, maka penulis menyimpulkan:
1. Strategi pengembangan produk yang dilakukan PT. Unilever Indonesia adalah Line Extension dan Brand Extension.
2. Strategi penetapan harga yang dilakukan PT. Unilever Indonesia adalah Economy strategy dimana harga yang ditawarkan sebanding dengan kualitas yang didapat oleh konsumen yaitu rendah/ terjangkau.
3. Strategi pemasaran promotion yang dilakukan PT. Unilever Indonesia adalah Advertising, Sales promotion, Event, Public relation, Direct marketing.
4. Strategi pemasaran distribusi yang dilakukan PT. Unilever Indonesia adalah strategi distribusi intensif.

2.4 Buat perbandingannya bagaimana strategi nya di era revolusi industri sebelumnya dengan yang sekarang 4.0
            Sebelum menggunakan revolusi industri 4.0 target dan segmentasi pemasarannya masih belum cukup luas dan peningkatan penjualan terhadap produk yang diproduksi belum setinggi setelah menerapkan teknologi industri 4.0. peningkatan penjualan yang dilihat dalam skala perbulannya dapat dikatakan mengalami kenaikan yang sangat drastis dari pada sebelum menggunakan teknologi industri 4.0. selain itu juga dapat mencakup pasar online yang disediakan dibeberapa aplikasi online dan membangun situs akun resmi dalam melakukan penjualannya.

BAB III
Kesimpulan
Perusahaan Unilever merupakan perusahaan internasional yang sudah menggunakan teknologi industri 4.0, dalam penerapannya perusahaan banyak menerima kemajuan-kemajuan seperti pemasaran produk yang semakin luas dan pesat dan target yang ditujupun sesuai dengan apa yang telah ditargetkan oleh perusahaan, maka dengan ini penggunaan teknologi industri sangat berpengaruh sekali dan mendapatkan hasil yang sangat positif sebelum menggunakannya.

Daftar Pustaka
Chairunnisa. 2011. Segmentasi, Targeting, Positioning dan Diferensiasi. http://chaisachairunnisa.blogspot.com
Ervina. 2012. STP (Segmenting, Targeting, Positioning) pada produk Pepsodent. http://blog.ub.ac.id
http://www.slideshare.net/haidarkrisna/bab-10-15827160
http://dhanyramadha.wordpress.com/tag/strategi/
http://tri-kusumawati.blogspot.com/2011/06/product-line-strategies.html
Jurnal Manajemen. Strategi Pemasaran (Marketing strategy) : Segmentasi (Segmentation), Targeting dan Positioning.
Martha Sovianna. 5 Februari. Cerdasnya Pertahanan Pepsodent. Marketing Communication - Branding – Insight.

www.unilever.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4

Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4